![]() |
| MERDEKA ATAU MATI |
KRONOLOGIS MENINGGALNYA
SUAMI DARI FATIMAH PADA JANUARI 1949
Tepat
pada 5 Januari 1949 Pasukan Payung Belanda yang ke 2 diperkirakan 8.30 WIB,
sebab penerjunan yang pertama banyak yang gugur sehingga pasukan payung ke 2 di
terjunkan di belakang Rumah Bupati dan Kantor Bupati sebab di belakang rumah
Bupati tersebut ada lapangan bola kaki untuk anak-anak bermain maka Tentara
Belanda yang diterjunkan di lapangan tersebut berhasil dengan selamat dan
menghantam/menembak tentara Republik Indonesia yang bertugas memegang senjata
penembak pesawat.
Sehingga
2 orang yang memegang senjata penembak pesawat tersebut meninggal dunia dan
Komandannya melarikan diri kebelakang rumah Bupati langsung menuju ketepi
sungai Indragiri Hulu dan waktu itu juga Bupati Indragiri Hulu dan waktu itu
juga Bupati Indragiri Hulu sedang berada di belakang rumahnya untuk menuju
Kekantor tetapi malang baginya salah seorang Militer Belanda mengetahui Bapak
Bupati tersebut lalu ditembaklah Bapak Bupati Tersebut (Gugur). Yang dua orang mengejar yang lari ketepi sungai
langsung menembak ke Komandan yang bernama Letda UTO ABDULLAH yang berada di
tepi sungai.
Terjadinya peristiwa tersebut saat almarhum ayah Utoh Abdullah menitipkan suatu pesan kepada sang istri dan anak nya sebelum
pergi untuk berperang melawan serangan pasukan Belanda.
Ayah (mah, jaga lah dirimu baik" dan jaga lah anak" kita ??)
Ibu (iya yah ibu akan menjaga semua harta yang paling berharga buat kita)
Ayah (mah,jika aku berperang nanti doa kan lah saya dan jika saya sudah tidak datang lagi kerumah ini berarti saya sudah gugur dalam pertempuran itu ) assalamualaikum.
Ibu pun menjawab
wa'alaikum salam . saat itu pula istri dari Utoh Abdullah tersebut bersiap" untuk menyelamatkan diri dan
membawa anak" ke sebuah hutan agar pasukan dari belanda tersebut tidak mengetahuinya
jejak dari istri dan anak Utoh Abdullah.
Hari berganti hari minggu
berganti minggu istri Utoh Abdullah dan anak-anaknya selalu mengintai dari dedaunan hutan tak
jauh dari rumahnya untuk mengetahui datangnya seorang ayah yang saat itu pergi untuk
membela negara Indonesia istri dari Utoh Abdullah tidak menemukan satu tanda pun dari
suami dan ayah dari anak mereka pulang kerumah yang seperti dijanjikan sebelum pergi
berperang. Hati dari seorang istri dan anak merasa ayah tercinta meraka sudah
gugur dalam berperang karena tidak menunjukan satu titik
sebagai petunjuk.
Air mata pun berjatuhan saat mengingat peristiwa singkat pesan
dari suami tersebut.
Sampai saat ini mereka hanya bisa
menengenang masa-masa indah saat ayah masih hidup hanya foto ayah yang bisa
kami pandang sekaligus menghilangkan rasa rindu dihati seorang anak.Demikianlah kronologi (cerita singkat) dari kisah 5 Januari 1949. Cerita ini diketahui Ketua 45 CUP Kabupaten Indragiri Hulu.
=========
KRONOLOGIS MENINGGALNYA JAFRIZEN
PADA JANUARI 1949
Tepat
pada 5 Januari 1949 Pasukan Payung Belanda yang ke 2 diperkirakan 8.30 WIB,
sebab penerjunan yang pertama banyak yang gugur sehingga pasukan payung ke 2 di
terjunkan di belakang Rumah Bupati dan Kantor Bupatid sebab di belakang rumah
Bupati tersebut ada lapangan bola kaki untuk anak-anak bermain maka Tentara
Belanda yang diterjunkan di lapangan tersebut berhasil dengan selamat dan
menghantam/menembak tentara Republik Indonesia yang bertugas memegang senjata
penembak pesawat.
Sehingga 2 orang yang memegang senjata penembak pesawat
tersebut meninggal dunia dan Komandannya melarikan diri kebelakang rumah Bupati
langsung menuju ketepi sungai Indragiri Hulu dan waktu itu juga Bupati
Indragiri Hulu dan waktu itu juga Bupati Indragiri Hulu sedang berada di
belakang rumahnya untuk menuju Kekantor tetapi malang baginya salah seorang
Militer Belanda mengetahui Bapak Bupati tersebut lalu ditembaklah Bapak Bupati
Tersebut (Gugur). Yang dua orang
mengejar yang lari ketepi sungai langsung menembak ke Komandan yang bernama Letda
UTO ABDULLAH yang berada di tepi sungai.
Setelah Komandan yang bernama UTO ABDULLAH gugur. Militer
Belanda tersebut mengumpulkan Tentara Payung untuk menyerang Kota Rengat,
membagi dua Pasukan. Pasukan pertama menelusuri tepi sungai dan Pasukan kedua
menelusuri arah pasar sesampainya pasukan pertama dekat Penjara ada 2 penjaga
lari ketepi sungai menuju ke seberang, malang bagi mereka berdua mereka
langsung ditembak. Pasukkan Belanda sampai didekat kantor Pos ada 2 orang
melarikan diri keseberang, malang juga baginya mereka juga tertembak. Sesudah
itu Belanda meneruskan perjalannya mendekati SD 2 keluarlah seorang anak dan langsung ditembak,
anak tersebut bernama ZAPRI ZAIN yang berusia 10 tahun, mayatnya tidak
ditemukan serta namanya ada di Tugu Pahlawan Rengat.
=======
KRONOLOGIS RUDI PADA
AGRESI BELANDA JANUARI
1949
Pasukkan
Belanda sampai didekat kantor Pos ada 2 orang melarikan diri keseberang, malang
juga baginya mereka juga tertembak. Sesudah itu Belanda meneruskan perjalannya
mendekati SD 2 keluarlah seorang anak
dan langsung ditembak, anak tersebut bernama ZAPRI ZAIN yang berusia 10 tahun,
mayatnya tidak ditemukan serta namanya ada di Tugu Pahlawan.
Dan pasukan Belanda menuju Pasar
Kota Rengat maka terdengarlah ledakan yang sangat dahsyat dari suara BOM yang
mengenai BOM, pelabuhan kena BOM malang bagi Kedai Kopi Bopeng kena pecahan BOM
tersebut, maka anak Bopeng gugur 2 orang yang satu namanya KEWAT nama china
(RUDI nama Indonesia) terkena pecahan BOM disebelah kanan kepalanya saat ini
masih hidup.




